PENYUSUNAN KARYA ILMIAH UNTUK PUBLIKASI JURNAL

Posted by & filed under .

PENYUSUNAN KARYA ILMIAH UNTUK PUBLIKASI JURNAL

Tjipto Subadi 1)

1) Dosen Pendidikan Geografi FKIP Universitas Muhammadiyah Surakarta

Jl. A. Yani Tromol Pos 1 Pabelan Kartasuta Surakarta 57102

e-mail: tjipto.subadi@ums.ac.id

 Pendahuluan

Kinerja publikasi ilmiah di Indonesia masih tergolong kurang jika disbanding dengan Negara lain. Jumlah publikasi di jurnal Internasional, jurnal terakreditasi, dan konferensi atau konferensi masih sangat kecil jika dibandingkan dengan jumlah dosen yang ada. Oleh karena itu perlu dilakukan akselerasi jumlah publikasi tersebut.

Permasalahnya rendahnya jumlah publikasi antara lain adalah kemampuan menulis yang masih lemah, pengetahuan tentang tata cara publikasi pada jurnal dan konferensi secara online yang masih kurang, serta motivasi menulis yang masih kurang. Solusinya adalah dilakukan seminar dan workshop (pelatihan) Strategi Menyusun Karya Ilmiah Untuk Publikasi Jurnal Internasional.

Jenis konstribusi penulisan karya ilmiah untuk publikasi jurnal internasional diarahkan pada pemilihan judul, antara lain; judul tidak harus persis (sama) dengan judul penlitian, jenis kontribusi yang tidak kalah penting adalah artikel asli (original paper),  ulasan (telaah pustaka, tren riset), proses koreksi yang ketat oleh editorial, karya ilmiah merupakan hasil penelitian yang merupakan laporan temu ilmiah yang dilengkapi dengan timbangan buku dan panduan panduan penulisan.

Ada prasyarat mutlak, yaitu ada hasil penelitian yang sudah dirancang dan dilakukan dengan benar, dianalisis dengan baik dan benar, data telah disederhanakan dalam bentuk tabel atau grafik, sudah dikuasai dan dibahas, sudah menghasilkan simpulan, dan sudah menemukan implikasi.

Yang tidak kalah penting untuk diperhatikan bahwa karya ilmiah harus bebas dari plagiat. Untuk menghindari penjiplakan, sebaiknya penulis selalu menyebutkan sumbernya apabila artikel itu menggunakan gagasan, pendapat, dan teori orang lain. Termasuk hal itu fakta, statistik, gambar, foto, lukisa, dan informasi apapun yang bukan merupakan pengetahuan umum, kutipan dari tuturan atau tulisan orang lain, itu semua harus mencantumkan sumber dari mana dikutip.

Langkah Sebelum Menulis Artikel dan Tips Menyiapkan Artikel

Ada prasyarat mutlak, yaitu ada hasil penelitian yang sudah dirancang dan dilakukan dengan baik, dianalisis dengan baik dan benar, data telah disederhanakan dalam bentuk tabel atau grafik dalam bentuk tabel atau grafik, sudah dikuasai dan dibahas, Sudah menghasilkan simpulan, Sudah menemukan implikasi

Jangan sekadar menambahkan Hasil, Pembahasan, dan Simpulan pada naskah proposal penelitian  Jangan “membonsai” tesis/disertasi Mulailah dengan menulis Simpulan! Mulailah dengan menulis Simpulan!“Benang merah” naskah yang disiapkan oleh penulis ialah dari Simpulan ke Tujuan penelitian (atau sebaliknya)Tujuan penelitian (atau sebaliknya) Memahami sikap dan alur kerja mitra bestari (reviewer)  “Benang merah” penelaahan naskah Benang merah  penelaahan naskah bagi mitra bestari ialah dari Tujuan (& state of the art) ke Simpulan Taati Petunjuk bagi Penulis (Guide for Taati Petunjuk bagi Penulis (Guide for Authors)

Artkel yang baik disarankan memperhatikan telaah bestari, biasanya penelaahan oleh Mitra Bestari (1) yang biasanya diarahkan pada menjawab pertanyaan, Apakah telah menggunakan bahasa Indonesia/ Inggris yang baik & benar? Apakah judul naskah cukup ringkas dan dapat melukiskan isi makalah dengan jelas? Apakah abstrak telah merangkum secara singkat dan jelas tentang; tujuan, metode yang digunakan, apakah sudah ada simpulan penelitian? Apakah pendahuluan sudah menguraikan secara jelas tentang; masalah & ruang lingkup, hipotesis (jika ada)? Apakah cara pendekatan penyelesaian masalah, hasil yang diharapkan, tata kerja telah ditulis secara jelas sehingga percobaan tersebut dapat diulang? (Setiati Achmadi. Materi TOT Nasional, Dikti 2013)

Penelaahan oleh Mitra Bestari (2) yang biasanya diarahkan pada pertanyaan Apakah hasil dan pembahasan disusun secara rinci? 1) Apakah data yang disajikan telah diolah, dituangkan dalam bentuk tabel atau gambar, serta diberi keterangan yang mudah dipahami? 2) Apakah pada bagian pembahasan terlihat adanya kaitan antara hasil yang diperoleh dan konsep dasar dan atau hipotesis? 3) Apakah ada kesesuaian atau pertentangan dengan hasil litbang lain? (4) Apakah sudah ada implikasi hasil litbang baik teoretis maupun penerapan? Apakah simpulan berisi secara singkat dan jelas tentang; a) esensi hasil litbang, b) penalaran penulis secara logis dan jujur berdasarkan fakta yang diperoleh? Apakah daftar pustaka sudah ditulis benar sesuai dengan petunjuk? kemutakhiran pustaka rujukan? keprimeran pustaka rujukan? (Setiati Achmadi. Materi TON Nasional, Dikti 2013)

Artikel Yang Baik Melalui Proses Penyuntingan

Artikel yang baik selalu memperhatikan prinsip penyuntungan, prinsip penyuntingan ini antara lain; dilkukan dengan hati-hati, tdak boleh membuat perubahan hanya semata-mata karena ingin mengubah atau karena gaya yang disukai. Gunakan pensil hitam lunak, bukan pena berwarna, dan selalu siapkan karet penghapus. Jika ada kesangsian mengenai pilihan kata yang lebih baik dari anda atau dari penulis-gunakan yang dari penulis. Sesungguhnya, naskah adalah milik penulis, bukan milik anda.

Mekalukan penyuntingan makro, masalah penting yang harus diperhatikan dalam menyusun artikel ilmiah untuk publikasi jurnal ilmiah antara lain; menyusun ulang (reorganisasi) naskah, memperbaiki hubungan antara kalimat dan paragraf, mengefektifkaan kalimat yang panjang lebar, memberi tajuk (heading), ringkasan, dan rambu (guidepost) lain bagi pembaca, menulis ulang pendahuluan dan penutupan, mengecek logika, memendekkan panjang naskah, mengubah nada (tone), mengubah kalimat pasif menjadi aktif (umumnya dalam naskah berbahasa Inggris), menemukan kata konkret untuk generalisasi, mengganti kata yang rumit dengan kata sederhana, dengan kata lain, memasukkan aturan keterbacaan teks.

Melakukan penyuntingan mikro, membetulkan kesalahan tata bahasa, ejaan, tanda baca, memperbaiki kesalahan dalam fakta, apakah angka muncul sebagai digit atau kata (“11” atau “sebelas”, “March 11, 2002” atau “11 March 2002”, “DNA” atau “asam deoksinukleat”), menyesuaikan dengan gaya selingkung yang sudah mapan, misalnya; keterangan dan fon pada gambar.

Ketentuan Judul

Penulis harus memperhatikan jumlah kata (15–25?), memerikan isi artikel dengan cermat, memerikan subjek penelitian dengan ringkas, hindari singkatan, rumus, dan jargon, biasanya tidak mengandung kata kerja dan singkatan, mudah dipahami, mengandung kata kunci à mempermudah sistem penelusuran dan indeks subyek, perlu diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris, contoh pemuatan kata yang tidak penting: “Pengalaman dari Praktik Sehari-hari …”; “Beberapa Faktor yang Menentukan …”; “Analisis …”; “Studi Kasus …”; “Pengaruh …”

Penulisan Abstrak

Abstrak ditulis secara singkat atau pendek (»200 kata), sesuai dengan kebijakan berkala, biasanya hanya 1 paragraf, ditulis dengan kalimat penuh, bukan telegram, dapat berdiri sendiri jika dipisahkan dari makalahnya à jadi, unsur harus lengkap: tujuan penelitian, ringkasan metode, simpulan utama, dan kata kunci.  Abstrak dalam bahasa Inggris Þ jangkauan pembaca akan lebih luas; wajib untuk jurnal berakreditasi. Hal yang hrs dihindari dalam abstrak; abstrak tidak mencantumkan tabel, ilustrasi, rujukan, singkatan dan akronim yang tidak dijelaskan, tidak memuat informasi atau simpulan yang tidak ada dalam naskah.

Penulisan Latar Balakang

Pendahuluan berisi uraian masalah atau alasan penelitian, pernyataan logis yang mengarah ke hipotesis atau tema pokok, status ilmiah dewasa ini , hipotesis (kalau ada) dinyatakan dengan jelas, hipotesis tidak selalu tersurat, panjang tidak lebih dari 2 halaman ketik atau 2-3 paragraf, mungkin tidak semua masalah yang akan diatasi, cara pendekatan atau memecahkan masalah, tidak perlu dalam bentuk kalimat tanya, sering mengacu pustaka yang menjadi landasan atau alasan penelitian, hasil yang diharapkan

Metode.

Metode dirumuskan secara cermati: tak ada kerancuan dalam singkatan atau nama, semua kuantitas dalam satuan baku, semua bahan kimia dinyatakan secara spesifik agar peneliti lain dapat mengulanginya dengan tepat, setiap langkah dinyatakan, termasuk jumlah ulangan, semua teknik/prosedur dinyatakan (sebut nama jika bakuan, atau uraian jika prosedur baru atau dimodifikasi), tak ada hal yang tidak berkaitan dengan hasilnya kemudian, tak ada remeh-temeh yang dapat membingungkan pembaca, uraian cukup terperinci (bahan-penarikan, misalnya dalam  analisis – pengolahan data) sehingga keterulangan hasil dapat dijamin, hindari bentuk kalimat perintah dalam menguraikan prosedur. Diskripsi yang kurang baik: Penelitian ini merupakan penelitian bersifat “deskriptif”. Penelitian deskriptif ialah … atau …Penelitian ini menggunakan responden. Responden ialah … alat seperti gunting, gelas ukur, pensil, … ® tak perlu ditulis, tetapi perincilah peralatan analitis (bahkan sampai ke tipe).

Hasil Penelitian

Dalam penulisan hasil penelitian ada keberanian peneliti untuk melakukan tindakan. Pangkas: pengulangan prosedur, pengulangan data, data yang tidak berkait langsung dengan tujuan penelitian, gambar yang tidak perlu atau tidak diacu, kata-kata yang tidak perlu, misalnya “Tabel 5 menunjukkan …” tetapi  “… (Tabel 5)”… Yang Diperhatikan adalah hasil disajikan secara bersistem Þ lihat ‘tujuan penelitian’ atau hipotesis, hasil didukung oleh olahan data dan ilustrasi yang baik, jangan menarasikan angka dalam tabel atau ilustrasi.

 Pembahasan

Pembahasan penelitian berisi bahasan hasil penelitian sendiri, dibandingkan /dihubungkan dengan penelitian lain yang sejenis. Pastikan bahwa penulis telah melakukan pembahasan berurut sesuai dengan urutan dalam tujuan, menangani setiap tujuan penelitian yang hendak dicapai, semua hal yang dibahas sudah dijelaskan lebih dulu, tidak ada yang tiba-tiba muncul, hindari perincian yang tidak perlu atau pengulangan dari bagian-bagian sebelumnya, tafsirkan hasilnya dan sarankan implikasinya untuk penelitian y.a.d. Perhatikan pertanyaan-pertanyaan ini dalam pembahasan; tercerminkah kecendekiaan penulis? logiskah argumentasi penulis? bagaimana penulis mengaitkan dengan pendapat atau hasil penelitian lain? bagaimana mengaitkan antara hasil yang diperoleh dan konsep dasar dan atau hipotesis? adakah implikasi hasil penelitian baik teoretis maupun penerapan? bermanfaatkah tafsiran penulis? adakah keterbatasan temuan? adakah spekulasi yang berlebihan? apakah pendapat penulis terkemas dalam paragraf yang baik?

Kesimpulan dan Saran

Apakah simpulan dituliskan secara kritis? Cermat? Logis dan jujur berdasarkan fakta yang diperoleh? Simpulan bukan rangkuman hasil, Apakah generalisasi dibuat dengan hati-hati? Apakah saran berkait dengan pelaksanaan/hasil penelitian? Apakah saran terkesan mengada-ada?

Catatan Kaki atau Catatan Akhir

Jika penilis akan menggunakan catatan kaki hendaknya dinyatakan dengan angka (1, 2) huruf (a, b), atau lambang (*, #),  dapat digunakan untuk informasi penting seperti alamat penulis, alamat penulis korespondensi, hapus catatan kaki yang tidak berkaitan atau tidak menambah argumen, dan sedapat-dapatnya hindari catatan kaki dalam teks karena dapat mengganggu konsentrasi pembaca.

Ucapan Terima Kasih

Apakah ucapan terima kasih disampaikan kepada pihak yang pantas? kepada lembaga atau orang yang benar-benar membantu penelitian, kepada pemberi dana, fasilitas, bahan, atau saran, juga untuk pernyataan apabila makalah merupakan bagian dari tesis/disertasi. Apakah terima kasih diungkapkan secara wajar?

Daftar Pustaka.

Dalam hal daftar pustaka ada keragaman dalam penyusunan daftar pustaka ; lihat aturan jurnal, perhatikan singkatan untuk nama jurnal: Phys. (= Physics), Biol. (= Biology) , jumlah pustaka tidak perlu banyak, yang penting: mutu acuan (primer, mutakhir, relevan), tulis nama dengan lengkap (nama depan dan nama belakang) di Daftar Pustaka, nama penerbit dan satu nama kota: New York: Academic Press. Kata kunci: ABC (accurate, brief, clear) akurat, singkat, jelas.

Penulisan Refenasi.

Nama pengarang lengkap supaya mudah diidentifikasi (kalau diminta, baru gunakan singkatan nama depan), urutan nama penulis harus disepakati, majalah Nature 352:187, 18 Juli 1991: sistem skor untuk menentukan posisi urutan kepengarangan, tak perlu gelar akademik, cantumkan nama (-nama) yang benar-benar penulis, tetapkan siapa penulis korespondensi (diberi tanda), penyunting dapat meminta konfirmasi dari semua penulis, Taat asas dalam menuliskan nama, khususnya mereka yang tidak memiliki nama keluarga (Contoh : Tjipto Mangun Kusumaà Jangan: Tjipto MK, tetapi : Tjipto M Kusuma, atau TM Kusuma  Þ nama akan terindeks dalam nama penulis: abjad dan urutan yang berbeda-beda Þ merugikan penulis.

DAFTAR PUSTAKA       

 Dikti. 2014. Panduan Pelaksanaan  Penelitian Dan Pengabdian Kepada Masyarakat Di Perguruan Tinggi Edisi IX.  Jakarta: Dikti Halaman 1

 DPPM UII. 2009. Bagaimana Cara Menulis Artikel Ilmiah untuk di Publikasi di Jurnal Internasional? Ygyakarta: DPPM UII Membuat Pelatihannya, 10 Juni 2009. Pelatihan Penulisan Artikel Ilmiah untuk Publikasi Jurnal Internasional DPPM UII.

 Neville C. Plagiarism. Dalam: The complete guide to referencing and avoiding Plagiarism. New York: Open University Press, the McGraw-Hill; 2007. p. 27-41.

 Jember. 2014. Pelatihan dan Pendampingan Penulisan Artikel pada Jurnal dan Konferensi Ilmiah. Kampus Tegalboto Universitas Jember. December 1, 2014 – December 1, 2014.

DPPM UII. 2009. Pelatihan Penulisan Artikel Ilmiah untuk Publikasi Jurnal Internasional.

http:// seminar. unej.ac.id/ index.php/ PPPA/PPPA-2014

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>